TP-Link TL-WA5110G

54Mbps High Power Wireless Access Point

TP-Link TL-WA5110G termasuk dalam kategori access point sangat sederhana, mengingat masih menggunakan standar wireless 802.11g yang berkecepatan 54 Mbps serta hanya menyediakan 1 port kabel RJ45 di bagian belakang body-nya.

Dalam praktek, kecepatan maksimal transfer data secara wireless tersebut harus dibagi 2, menjadi 27 Mbps. Hal ini disebabkan oleh standar wireless tersebut belum mendukung penerimaan paket data dan pengiriman paket data secara bersamaan (full-duplex).

Port RJ45 tunggal berfungsi sebagai port koneksi LAN maupun WAN. Artinya, port ini berfungsi sebagai koneksi LAN ketika digunakan untuk menghubungkan diri ke komputer serta masuk ke dalam antarmuka web pengaturan konfigurasi access point. Setelah pengaturan konfigursi selesai, port tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghubungkan peralatan-peralatan lain yang ingin dibagi-pakai di jaringan lokal seperti NAS atau printer jaringan. Untuk membagi-pakai koneksi internet, port RJ45 ini dihubungkan ke port LAN modem (menggunakan koneksi alamat IP dinamis dari DHCP modem atau menggunakan alamat IP yang satu kelas dengan alamat IP lokal milik modem).

Untunglah, antena tunggal yang digunakan oleh TP-Link TL-WA5110G bersifat lepas-tukar sehingga dapat diganti dengan antena lain yang lebih tinggi sensitivitas penerimaan sinyalnya serta lebih kuat daya pancar atau daya jangkau sinyalnya. Dalam hal pemantauan kekuatan antena, TP-Link TL-WA5110G memiliki antarmuka pemantau kekuatan sinyal, tepatnya pada menu Antenna Alignment (saat diposisikan sebagai client dari access point lain). Ya, TP-Link TL-WA5110G memang memiliki pilihan fungsi tidak hanya sebagai acces point, namun juga sebagai client, repeater (penguat sinyal dari access point lain), serta sebagai bridge.

Dalam hal pengamanan, TP-Link TL-WA5110G menyediakan pilihan metode pengacakan (enkripsi) koneksi wireless mulai dari WEP, WPA/WPA2, serta WPA-PSK/WPA2-PSK. Sampai saat artikel pengujian ini kami tulis, belum terdengar kabar tentang keberhasilan upaya penjebolan metode enkripsi WPA2. Pengamanan koneksi diperketat dengan fasilitas penyaringan alamat kartu jaringan (MAC address). Fasilitas MAC address filtering pada TP-Link TL-WA5110G menggunakan dua pilihan metode, yaitu Allow (whitelist) dan Deny (blacklist). Menurut kami, patut disayangkan mengapa tidak tersedia fasilitas MAC & IP binding yang digunakan untuk “mengikat” alamat IP client dengan alamat kartu jaringan yang digunakannya sehingga tidak dapat dimanipulasi atau dipalsukan untuk mendapat akses atau asosiasi paksa ke hotspot.

Rupanya, TP-Link tidak hanya menyediakan fasilitas pengaturan dan pengamanan koneksi, namun juga fasilitas pengujian dan monitor koneksi. Kami menemukan 3 fasilitas tersebut, yaitu: Throughput Monitor, Ping Watch Dog, serta Speed Test. Sekilas, fungsi Speed Test dan Throughput Monitor terkesan sama, yaitu untuk menguji dan mengetahui kekuatan pancaran sinyal maupun sensitivitas penerimaan dalam suatu rentang waktu. Namun, ternyata ada sedikit perbedaan. Speed Test ditampilkan dalam bentuk angka hasil akhir, sedangkan Throughput Monitor ditampilkan dalam bentuk grafik. Dengan Throughput Monitor dapat ditelusur balik kecenderungan koneksi pada titik-titik waktu tertentu serta dapat ditampilkan nilai maksimal, minimal dan reratanya. Speed Test lebih cocok digunakan untuk mencari jarak jangkauan serta posisi ideal untuk mendapatkan bandwidth atau throughput yang paling kuat.

Sementara itu, Ping Watch Dog adalah fasilitas pemantauan koneksi antara access point dengan perangkat jaringan lain, seperti modem atau gateway dengan cara mengirim perintah ping dalam interval waktu yang ditentukan. Jika ping mengalami kegagalan berulang kali, akan menyebabkan perangkat tersebut melakukan restart (booting ulang).

Baiklah, sekarang kita memasuki bagian pengujian. Kami melakukan pengujian terhadap kinerja bandwidth atau throughput transfer data secara wireless. Access point kami tempatkan pada jarak sekitar 13 meter terhadap komputer penguji yang berperan sebagai client. Kondisi pertama ruang uji adalah bersekat minim atau partisi. Tool yang kami gunakan adalah NetIQ Chariot.

Hasil pengujian pada kondisi pertama ruang uji menunjukkan bahwa capaian throughput maksimal TP-Link TL-WA5110G adalah 22,676 Mbps, minimal 18,493 Mbps, serta rerata 20,886 Mbps. Ketika kami pindahkan TP-Link TL-WA5110G ke dalam ruang berpartisi dan tertutup, dengan jarak jangkauan yang sama, throughput maksimal turun ke angka 9,683 Mbps, minimal 2,140 Mbps, serta rerata 5,756 Mbps

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: