Beranda > Aneka Produk, Teknologi > Dukungan Nuklir Jatuh

Dukungan Nuklir Jatuh

Dukungan Terhadap Nuklir Jatuh Akibat Fukushima

 

Perusahaan riset pasar berbasis survei terbesar kedua di dunia, Ipsos, menyebutkan masyarakat Indonesia yang mendukung nuklir sebagai penghasil listrik di tanah air hanya sembilan persen, sementara 24 persen mendukung; 34 persen menentang, dan 33 persen sangat menentang.

Indonesia sebelumnya sangat menentang energi nuklir untuk menghasilkan listrik sebelum ada bencana di Jepang, di mana angka sangat menentang adalah 67 persen dan 27 persen menentang.

Mengenai pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir pada masa yang akan datang, sekitar 28 persen masyarakat Indonesia menyatakan meneruskannya, sedangkan 72 meminta agar dihentikan.

Survei yang dilakukan Ipsos mengenai reaksi Indonesia terhadap bencana Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir ((PLTN) Fukushima, Jepang, adalah rangkaian dari survei yang juga dilaksanakan di 23 negara lainnya di dunia.

Masyarakat yang mendukung nuklir sebagai penghasil listrik adalah India sebesar 28 persen sedangkan negara yang menentang Italia sebesar 61 persen.

Masyarakat dunia yang menentang energi nuklir untuk menghasilkan listrik sekitar 26 persen penentang dipengaruhi bencana di Jepang.

Negara yang memiliki warga terbanyak menentang tenaga nuklir sebelum terjadi bencana di Jepang adalah Italia dan Swedia, masing-masing 80 persen. Sedangkan Korea Selatan yang menentang tenaga nuklir karena terjadi bencana di Jepang sebesar 66 persen.

Survei itu menyebutkan dukungan dunia untuk energi nuklir saat ini menurun dari 54 persen menjadi 38 persen (turun 16 poin) dan menjadi lebih rendah dari dukungan dunia terhadap batu bara yang berada di angka 48 persen.

Dukungan tertinggi terhadap penghasil listrik adalah dari tenaga surya sebesar 97 persen, tenaga angin 93 persen, tenaga hidroelektrik sebesar 91 persen, tenaga gas alam sebesar 80 persen, batu bara 48 persen, dan terakhir tenaga nuklir sebesar 38 persen.

Negara yang menginginkan penghentikan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir adalah Brazil sebesar 89 persen dan negara yang mendukung kelanjutan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir Polandia sebesar 52 persen.

Kekhawatiran terhadap dampak bencana Fukushima berimbas pada produk yang diekspor dari Jepang ataupun produk yang selalu dihubungkan dengan Jepang dihindari warga dunia yaitu ikan sebesar 45 persen, rumput laut sebesar 44 persen, restoran yang menyajikan sushi sebesar 41 persen, buah-buahan 40 persen, nasi 38 persen, dan mie 37 persen.

Metodologi perangkat survei yang dilaksanakan terhadap 24 negara di seluruh dunia termasuk Indonesia, Argentina, Australia, Belgia, Brazil, Kanada, Cina, Perancis, Jerman, Inggris Raya, Hongaria, India, Itali, Jepang, Meksiko, Polandia, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Spanyol, Swedia, Turki dan Amerika Serikat.

Sebuah sampel internasional dari 18.787 orang dewasa berusia 18-64 di Amerika Serikat dan Kanada, dan usia 16-64 di negara lainnya diwawancara antara 6 – 21 April 2011 melalui sistem panel online Ipsos.

Kurang lebih 1.000 individu berpartisipasi di setiap negara kecuali Indonesia, Argentina, Meksiko, Polandia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Swedia, Rusia dan Turki dimana setiap negaranya masing-masing 500 responden.

Ipsos di Indonesia adalah subsidiari dari Ipsos SA, survei riset independen dan berada dalam ranking lima besar perusahaan riset global yang berdiri pada tahun 1975 di Paris – Perancis dan terdaftar dalam Bursa Saham Paris pada tanggal 1 Juli 1999. antaranews.com

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: